Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, July 30, 2011

Minta Maaf Kok Setahun Sekali???

Minta Maaf Kok Setahun Sekali??? Hehehe…. Maaf ini bukan untukmu, tapi ini adalah untukku.

Aku tidak menunjuk dirimu, tapi telapak tanganku memegang dadaku. Heran memang. Kenapa minta maaf kok setahun sekali. Padahal kesalahan terjadi berulang kali.

Kemana rasa rendah diriku selama sebelas bulan ini??? Dari bulan Muharam sampai dengan bulan Syaban, kesombongan menghiasi diri.

Ketika berbuat salah, maka kemudian mencari pembenaran. Ketika berbohong kemudian berdalih. Ketika diminta, kemudian memalingkan muka. Ketika orang meminta maaf, kemudia aku busungkan dada.

Bulan Romadlon datang, seketika permintaan maaf mengalir deras. Melui lisan, tulisan hingga mengirimkan bingkisan, hanya sekedar untuk permintaan maaf.

Hah… aku mengerjakan perintah agama ataukah hanya ikut-ikutan tradisi? Ikhlaskah aku ketika aku meminta maaf. Leburkah rasa tinggi hatiku ketika aku meminta maaf. Tidakah aku mengharap lebih ketika aku memberi sesuatu.

Apapun itu, aku tetap meminta maaf kepada semua pembaca blog sederhana ini baik yang setia ataupun yang hanya datang tersesat ke tempat yang tidak bermanfaat ini.

Aku yakin dalam setiap tulisanku, baik yang berupa artikel di blog ini maupun komentar-komentarku di blog teman, banyak yang tidak membuat nyaman admin maupun pembaca. Untuk itu aku mohon pada kalian semua, untuk bisa memaafkan semua khilaf dan salahku. Yaaah.. meskipun itu hanya setahun sekali aku meminta maaf pada kalian.

Pada semua blogger pemula seprti saya, yang datang tersesat ke blog ini. Tetaplah bersemangat, teruslah berkarya (menulis) untuk blog kalian. Sejelek apapun tulisan kalian, akan lebih memuskan dibanding dengan tulisan hasil copy paste.

Selama bulan Romadlon ini dan mudah-mudahan untuk seterusnya, semoga blog kesayangan kita bersih dari semua bentuk hal yang memancaing syahwat. Baik itu tulisan, gambar maupun video.

Akhirnya, aku ucapkan Marhaban Yaa Romadlon….
Selamat menjalankan ibadah puasa 1432 H, semoga puasa kita bisa berjalan dengan lancar dan bisa berbuah pahala dan magfiroh dari Alloh. Amiin.

Thursday, March 10, 2011

Hari Jumat Gak Ada Bedanya Dengan Hari Yang Lain


Judul di atas sangat provokatif banget ya??? Seoalah-olah sang penulis (saya) tidak menghormat hari Jumat. Bukan, bukan seperti itu.

Dari segi amaliah, jelas hari Jumat mempunyai posisi khusus dikalangan kaum muslim. Peribadatan yang dilaksanakan secara khusus dan wajib dijalan secara jamaah dilaksanakan pada hari Jumat, yaitu sholat Jumat.. Bahkan karena begitu agungnya hari Jumat ada salah satu surat Al-quran, yaitu surat ke-62 bernama surat Al-Jumu’ah. Pada surat tersebut, salah satu ayatnya secara khusus memerintahkan “orang– orang beriman” untuk melaksanakan sholat Jumat dan bersegera meninggalkan urusan duniawi. Hal ini tertuan pada ayat ke 9  “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”.

Kemudian dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh Rodiyallohu Anhu dikatakan “Innamaa yaumal jumati sayyidul ayyaam” sesungguhnya hari jumat adalah penghulu/pemimpin/gustinya semua hari. Jadi jelas Hari Jumat merupakan hari suci, hari yang agung, dan didalamnya terdapat bebagai fadlilah.

Jadi kalaimat Hari Jumat Gak Ada Bedanya Dengan Hari Yang Lain saya kira kurang pantas diucapkan oleh seorang muslim yang mengaku beriman. Apalagi sampai pada perbuatanpun, tidak lagi membedakan hari jumat dan hari-hari yang lainnya. Pemerintah saja sudah mengkhususkan hari Jumat sebagai hari pendek, agar kita para muslim bisa beribadah pada hari Jumat, lalau kenapa kita menyia-nyiakannnya dengan tetap asyik di depan komputer, asyik membaca pesa email, facebook dan lain sebagainya. Ayo sobat, segera beranjak, kita tunaikan Ibadah Sholat Jumat.

Tulisan pendek ini pasti banyak kekuragan, disebabkan kekurang fahaman saya akan agama saya sendiri. Untuk itu mohon sobat bisa untuk melengkapinya, kalau menyempurnakannya, kesempurnaan hanya milik Alloh Aza Wa Zalla.

Sunday, February 27, 2011

Tauladan Dari Sayyidati Fatimah Azzahra ra


Suatu hari masuklah Rasulullah s.a.w. menemui Fathimah az-zahra ra. Didapatinya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah s.a.w. bertanya pada Fatimah ra, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Rasulullah s.a.w. tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah ra. berkata, "Ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah s.a.w. di sisinya. Fathimah ra. melanjutkan perkataannya, "Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali Karomallohu wajhah  (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah (pembantu) untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah s.a.w. mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w. meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anaknya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah s.w.t. dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah s.a.w. berkata kepada gilingan tersebut, "Berhentilah berputar dengan izin Allah s.w.t.", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah s.w.t. yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "Ya Rasulullah s.a.w. , demi Allah s.w.t. Tuhan yang telah menjadikan Baginda s.a.w. dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah Baginda s.a.w. menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah s.w.t.suatu ayat yang bermaksud:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah s.a.w. kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah s.a.w. kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "Bergembiralah kerana engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah s.a.w. bersabda kepada anandanya, "Jika Allah s.w.t. menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah s.w.t. menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah s.w.t. menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat".

"Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah s.w.t. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah s.w.t. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah s.w.t. akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat".

"Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahawa ridha suami itu daripada Allah s.w.t. dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah s.w.t.?. Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah s.w.t. akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah s.w.t. mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t. yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah s.w.t. akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat."

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah s.w.t. akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah s.w.t. akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah s.w.t. untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah s.w.t. akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "Teruskanlah 'amalmu maka Allah s.w.t. telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah s.w.t. akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah s.w.t. akan meringankan sakaratulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".


Saya hanya mampu membaca dan menerbitkannya kembali di blog yang sederhana ini, tanpa bisa menambah atau mengurangi esensi dari artikel di atas. Semoga ini bisa menjadi asbab kebaikan bagi semuanya. Seraya memohon kepada Alloh SWT agar Alloh menjaga keluarga kita tetap dalam keadaan Sakinah, Mawadah, Warohmah. Semoga Alloh tidak hanya menanamkan kesabaran pada para istri, tapi juga pada para suami. Semoga Alloh memberikan pemahaman pada kita semua, sehingga kita bisa untuk memahami orang lain terlebih pasangan kita, tanpa menuntut agar kita dipahami oleh pasangan kita.

Sunday, January 9, 2011

Jika Dia Batu Jadilah Engkau Air

HTML clipboard
Mau nulis tentang Ilmu Komputer, Tips Trik Komputer, Tips Trik Internetan dan segalama macam yang berhubungan Teknologi Informasi lagi gak mood. Ah nulis iseng aja nih, mudah-mudahan ada manfaatnya. Setidaknya menjadi bahan renungan untuk diri saya pribadi.


Kali saya ingin nulis tips managemen keluarga yang ayem tentrem. Tanpa bermaksud menggurui siapapun apalagi menggurui orang-orang yang sudah tua, baik dalam hal ilmu maupun pengalaman (mudah-mudahan bukan pengalaman kawin), tapi pengalaman mengarungi rumah tangga yang ayem dan tentrem. Tips memenej rumah tangga ini saya ambil dari Filosofi Air dan Batu.


Perjalanan manusia pasti mengalami masalah dan rintangan. Karena Alloh SWT menurunkan masalah adalah untuk mendewasakan manusia itu sendiri, Alloh menurunkan ujian adalah untuk meninggikan derajat manusia yang diuji tersebut. Tinggal bagaimana kita menyikapi masalah hidup ini. Begitupun dalam berumah tangga. Rumah tangga dibangun atas berbagai macam perbedaan. Antara suami dan istri memiliki perbedaan, sifat, sikap, atau bahkan budaya. Bagitupun lingkungan yang ikut mendukung rumah tangga seseorang terdiri dari aneka macam perbedaan. Namun tak semestinya perbedaan itu menjadi bumerang dalam berumah tangga, melainkan harus menjadi pemanis jalannya rumah tangga.


Suami dan Istri biasanya memiliki sifat dan keinginan yang berbeda. Namun perbedaan ini harus dikelola dengan baik, agar menjadi berkah bagi semua. Contoh apabila suami sedang marah, maka istri jangan ikut-ikutan ngedumel (marah), begitu sebaliknya. Apabila suami sedang dalam keadaan panas maka istri harus bisa menjadi pendingin. 


Lihatlah batu yang keras, apabila batu tersebut dibanting ke batu juga, tentu akan mengakibatkan suasana yang tidak enak. Suaranya menggelegar, atau bahkan kedua batu tersebut pecah berkeping-keping. Tapi lihatlah ketika batu tersebut dibanting ke air. Suara yang ditimbulkan terdengar merdu mengasyikan, batu dapat tenggelam dan bersih dari kotoran, setelah sampai di dasar air batu dapat ditumbuhi lumut dan menjadi tempat bersembunyi berbagai binatang air termasuk ikan. Lihat batu yang keraspun apabila dilembarkan ke air maka akan memberikan manfaat bagi semua lingkungan air tersebut.


Saya mencoba belajar dari batu dan air tersebut. Andai saja perselisihan rumah tangga disikapi dengan sama-sama keras hati, tentu akan berakibat tidak baik. Aib keluarga terdengar sampai ke tetangga, yang tentunya belum tentu mereka bisa memberikan nasihat yang baik,  malah kebanyakan malah semakin memperkeruh keadaan. Bahkan karena gesekan kanan dan kiri, bisa-bisa ruamah tangga bisa hancur berkeping-keping seperti kedua batu yang di adu.


Maka untuk menyikapi hal di atas, ketika salah satu dari kita ada yang sedang menjadi batu, jadilah yang satu menjadi air. Dengan demikian rumah tangga akan tentrem ayem dan memberikan kesejukan serta keberkahan pada lingkungan sekitar. Amiin.

Laa haula walaa quwwata illaa billah

Monday, January 3, 2011

Gadis Seksi Yang Jadi Incaran

HTML clipboard
Keyword Gadis Seksi, Gadis SMA bahenol, Cerita Seks Dewasa masih menjadi keywor laris di dunia pencarian Google. Ironisnya lagi ketika memasukan keyword SMA ke mesin pencari google, bukan referensi sekolah SMA yang muncul, melainkan gambar-gambar Gadis SMA yang sedang memamerkan auratnya.  
Melihat keadaan di atas merasa miris memandang masa depan anak-anak kita. Bagaimana tidak, ketika saya mampir ke sebua warnet di Kota Majenang, kebetulan di situ bilik warnetnya gak terlalu tinggi, sehingga kita bisa mencuri pandang ke bilik sebelah. Kebetulah kiri kanan saya adalah anak-anak pelajar SMA dan SMP yang memang sedang online rame-rame bebarengan dalam satu bilik. Dan ketika saya mencuri pandang, Astagfirullah..... mereka sedang melihat gambar-gambar tidak senonoh dan filam-filam fulgar.
Inilah akibat anak yang mengenal teknologi, tetapi tidak ada yang mengarahkan ke arah yang positif. Sebagian besar orang tua masih menganggap Internet sebagai sumber maksiat, sehingga dengan tegas mereka melarang anak-anaknya untuk mengakses internet. Anak apabila dilarang bukannya mematahui larangan tersebut, malainkan malah semakin penasaran, ada apa sih di Internet? Tentu lain ceritanya kalau kita bisa memberikan pengetahuan kepada anak-anak kita akan manfaat atau hal-hal positif yang bisa didapat dari internet. Anak-anak kita akan lebih terarah dan bijaksana dalam mengakses informasi-informasi yang tesaji di Internet.
Dari para Master SEO juga kami orang tua yang kurang paham akan teknologi internet sangat berharap bisa menyingkirkan keyword-keyword seronok dari mesin pencari google. Saya bangga dengan salah satu tokoh maya yang menyebutkan dirinya sebagai Bang Eros dengan Situsnya www.ingateros.com, dia bisa menyaingi keyword Gadis SMA yang banyak didominasi situs-situs fulgar. Sehingga anak-anak yang masuk ke google dengan keyword Gadis SMA bisa tertarik ke situsnya Bang Eros yang kaya akan informasi bermanfaat.
Nah tulisan inipun sebenarnya terinspirasi oleh Bang Eros. Meskipun saya gak yakin akan bisa mengalihkan keyword seronok  ke blog sederhana ini, paling tidak saya sudah berusaha dengan kemampuan saya yang sangat minim. Akhir kata bagi semua peselancar google  yang tersesat ke blog sederhana ini mudah-mudahan bisa memanfaatkan teknologi internet secara lebih bijak lagi. Masih banyak hal positif yang bisa kita ambil dari Internet ketimbang mencari hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Thursday, December 30, 2010

Catatan Akhir Tahun 2010

Tahun Baru 2011 tinggal menunggu hitungan jam saja. Tahun 2010 dalam beberapa jam lagi akan kita tinggalkan. Namun demikian bukan berarti kita meninggalkan tahun 2010 tanpa arti yang sama sekali.

Inilah saatnya kita bermuhasabah atau melakuka instropeksi diri. Melihat kembali apa yang suda dan belum kita capai dalam kehidupan ini. Tentu banyak sekali hal yang masih menjadi PR bagi kita untuk dikerjakan di tahun 2011 nanti. Dengan harapan tahun 2011 akan lebih baik dibanding dengan tahun 2010.

Selama tahun 2010 kita banyak bergaul dan bercanda meskipun lewat media maya yang tanpa pernah tahu wajah dari kita masing-masing. Tapi ketika kita menulis dan membaca tentu melibatkan hati. Ketajaman hati melebihi ketajaman pandangan yang hanya dapat melihat sebatas pada wujud saja.

Tentu selama saya bergaul dengan para sahabat lewat dunia maya ini, banyak tulisan atau komentar yang melukai hati sahabat, maka di akhir tahun 2010 ini saya hendak memohon keluasan hati sahabat untuk memaafkan semua kekhilafan saya. Semoga dengan kata maaf, luka hati akan cepat terobati, dan semakin mempererat tali persahabatan kita meski hanya melalui dunia maya.

Sahabat blogger semua, semoga di tahun 2011 nanti kita akan menjadi lebih baik. Khusunya bagi para pemula seperti saya, semoga kita akan bisa melesat menyusul para master yang sudah ada dipuncek kejayaan. Amiin.

SELAMAT TAHUN BARU 2011

Thursday, November 11, 2010

Pemerintah Menganugrahkan Gelar Pahlawan

Lowongan Pekerjaan Di Indonesia nampaknya tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja yang membludak setiap tahunnya. Lebih-lebih diperparah dengan rendahnya tingkat pendidikan para tenaga kerja, sehingga jarang perusahaan yang ada di Indonesia mau menerima tenaga kerja yang tidak memiliki tingkat pendidikan tinggi, meskipun sebenarnya mungkin diantara mereka ada yang memiliki keahlian dan dedikasi tinggi.

Efek dari keadaan ini, bekerja di luar negeri menjadi satu-satunya pilihan untuk menyambung hidup. Himpitan ekonomi yang semakin menekan, lapangan pekerjaan yang tidak ada, penghasilan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup yang semakin membumbung tinggi menjadikan bekerja di luar negeri menjadi pekerjaan primadona sebagian besar warga Indonesia. Meskipun berbagai kasus menimpa TKI di luar negeri, mulai dari terlantar di penampungan, gaji tidak dibayar, mendapat perlakuan kasar bahkan pemerkosaan dari majikan, semua itu tidak membuat jera para pencari pundi-pundi kekayaan ini.

Di sisi lain, pemerintah sebagai penanggung jawab atas kesejahteraan rakyat ikut mendukung terhadap keputusan rakyatnya untuk bekerja di luar negeri. Malah mereka menina bobokan para TKI dengan julukan Pahlawan Devisa. Pemerintah sepertinya bangga, rakyatnya menjadi pembantu di negeri orang lain. Pemerintah sepertinya bangga, tidak mampu menyediakan pekerjaan untuk rakyatnya.

Dengan julukan Pahlawan Devisa bagi para TKI, secara otomatis ini menumbuhkan semangat untuk menjadi pembantu di negeri orang lain. Kalau sudah seperti ini, julukan Pahlawan Devisa sebuah penghargaan ataukan sebuah pembodohan? Anda yang lebih mengerti.

Sungguh sangat kontras apabila dibandingkan dengan negeri lain. Orang asing datang ke Indonesia, mereka menjadi majikan, menjadi bos, menjadi pimpinan perusahaan dan pekerjaan-pekerjaan mulia lainnya. Lain halnya dengan rakyat Indonesia yang pergi ke luar negeri, sebagian besar dari mereka hanya menjadi pembantu rumah tangga, buruh, dan pekerjaan-pekerjaan rendah lainnya. Lha kok rakyatnya kaya gini, pemerintah bangga, bahkan sampai menganugrahkan julukan Pahlawan Devisa. Sobat blogger, bagaimana menurut anda?

Wednesday, October 27, 2010

Kemanakah Jati Diri Bangsa?

Tepat di tanggal 28 Oktober 2010 ini, bertepatan dengan peringat Hari Sumpah Pemuda saya kembali merenungi bangsa yang kita cintai ini. Bangasa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan sempat menjadi bangsa yang disegani di mata dunia. Bahkan sempat mendapat julukan Mancan Asia.

Namun akhir-akhir ini bangsa Indonesia seperti kehilangan jati dirinya. Jalan kesana kemari mengikuti arah angin tanpa ada tujuan pasti. Bhinneka Tunggal Ika adalah sebagai salah satu jati diri bangsa, kini kian hilang dari pribadi bangsa Indoensia. Keragaman bangsa Indonesia yang harusnya menjadi rahmat, dan kekayaan bangsa terus dikikis oleh sifat-sifat merasa paling unggul dan paling baik sendiri.

Rasa persatuan dan kesatuan bangsa hampir terkikis habis, terus digempur kebudayaan-kebudayaan yang sebenernya tidak sejalan dengan pribadi bangsa yang besar ini. Ada isu yang berhembus, Bhinneka Tunggal Ika harus dihapuskan dengan keseragaman. Pancasila harus diganti dengan idiologi lain, yang belum tentu semua bangsa Indonesia mau menerimanya.

Bila hal ini terjadi, perpecahan pasti akan terjadi. Golongan yang satu menyerang golongan yang lain. Kerena mereka merasa sebagai golongan yang paling berhak menguasai Indonesia. Mereka merasa sebagai golongan yang paling unggul untuk memajukan bangsa Indonesia. Sikap Nasionalisme perlahan terkikis oleh sikap yang menginingkan sebuah kehidupan yang universal. Seluruh bangsa di dunia harus tunduk dan patuh pada satu idiologi, budaya dan pandangan hidup.

Bayangkan kalau hal ini terjadi. Tidak akan ada lagi keragaman pakaian, tarian, nyanyian dan berabgai macam budaya lain yang dianggap tidak sejalan dengan idiologi tersebut. Di hari Sumpah Pemuda ini mari kita pupuk rasa kebersamaan, rasa nasionalisme dan bangkitkan kembali semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Monday, September 27, 2010

Generalisasi atau Rasisme?


Saat ini bangsa Indonesia terus dilanda berbagai kemelut. Mulai dari bencana alam sampai dengan bencana kemanusiaan. Secara perlahan tapi pasti manusia mulai kehilangan rasa kemanusiaannya itu sendiri. Membunuh bukan lagi hal yang mengerikan, tapi sudah menjadi semacam kewajiban. Menyoroti hal tersebut, menurut hemat saya tidak lepas dari rasa ingin menguasai satu kelompok atas kelompok lain. Merasa kelompok sendiri lebih unggul dari kelompok lain.

Saat ini berkembang idiologi-idiologi yang terus mempengaruhi dunia perpolitikan dunia atau Indonesia pada khususnya. Lebih meruncing lagi ke arah persaingan kekuasaan antara idiologi-idiologi tersebut. Sebut saja Amerika Serikat, dengan jargon Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi secara agresif terus menghantam dan menekan idiologi-idiologi yang bersebarang dengannya. Beberapa negara sudah nyata menjadi korban kedua jargon tersebut, yaitu Irak, Afganistan, Fakistan, dan yang sedang terus didesak dengan berbagai macam strategi adalah negara Repunlik Islam paling berpengaruh yaitu Iran.

Di pihak lain ada lagi idiologi yang sedang terus berusaha mengembalikan kejayaan masa lamapau, dengan bendera Laa ilaa ha illalloh Muhammdur rosuululloh, berusaha memasuki kembali ke setiap sendi-sendi pemerintahan. Para mujahid terus menerus menerikkan bahwa khilafah adalah satu-satunya solusi dari permasalahan yang sedang melanda bangasa ini. Di era demokrasi yang kebebasannya sudah melampau batas (menurut penulis) sudah tidak ada lagi yang bersifat tertutup. Semuanya transparan. Korupsi dilakukan secara transparan, maksiat perjudian dan prostitusi dibuka secara terang-terangan, bahkan idiologi yang berseberangan dengan pemerintahpun secara terbuka menyatakan peralwanannya.

Kembali pada persaingan kedua idiologi di atas. Menurut saya ada satu persamaan dari keduanya. Yaitu sama-sama ingin men-generalisasi faham kebangsaan di atas dunia ini. Amerika menginginkan semua bangsa di atas bumi ini melaksanakan system demokrasi dan menghargai Hak Asasi Manusia, meskipun Amerika Serikat sendiri jauh panggang dari pada api untuk melaksanakan kedua hal tersebut. Islampun demikian, menginginkan semua bangsa berlutut dan patuh di bawah panji-panji syariat Islam yaitu dalam bentuk negara khilafah.

Dua kekuatan besar ini terus bersaing. Kedua-duanya merasa lebih ungguh di banding dengan yang lainnya. Lalu pertanyaannya apa bedanya dengan idiologi faganisme? Fagan-pun demikian merasa lebih ungguh di banding selain dirinya. Karena ada keyakinan semacam ini, kemudian menganggap bahwa yang lain adalah buruk, maka harus di singkirkan atau dipaksa mengikuti kelompok yang dianggap terbaik. Eksesnya adalah peperangan, kekejaman, pembunuhan, pembantaian dan berbagai perbuatan sadis lainnya.

Pembantaian rakyat Palestina oleh Israel adalah bukti dari sikap merasa paling baik sendiri. Israel merasa sebagai ras unggul yang berhak menduduki bumi palestina, sehingga rakyat palestina harus dimusnahkan. Ribuan rakyat Irak menderita akibat dari kecongkakan Amerika Serikat yang merasa berhak menumbangkan rezim diktator dan menggantikannya dengan rezim demokrasi. Pun demikian ribuan nyawa tak berdosa melayang karena ambisi sebagian umat Islam yang menginginkan menguasai dunia.

Tujuan dari mereka adalah satu yang generalisasi idiologi. Melihat dari kejadian-kedjadian di atas, generalisasi ini tak ada bedanya dengan sistem rasisme. Yang menjadi korban adalah para kaum minoritas dan kaum lemah. Mereka tersingkirkan atau bahkan dibantai habis-habisan. Kenapa harus ada generalisasi? Kenapa tidak kita rawat dan jaga perbedaan ini dengan saling menghargai dan mengisihi satu sama lain. Bukankah dunia ini indah karena adanya perbedaan. Bayangkan apabila didunia ini hanya ada satu macam manusia, semuanya sama pakaiannya, sama bahasanya, sama cara kehidupannya, dan semuanya menjadi seragam. Ah… menurut saya dunia ini akan menjadi membosankan.

Tulisan ini hanya bentuk dari ekspresi kejiawaan yang merasa sedih sekaligus ngeri melihat setiap hari ada kekejaman dan pertikaian. Alangkah indahnya kalau kita bisa saling berdampingan dengan saling menghormati dan menjaga kehormatan. System pemerintahan apapun yang diterapkan, yang penting bisa memberikan manfaat kepada sumua umat tanpa harus membedakan golongan, warna kulit dan agama, pasti kita akan merasa betah bernaung di bawahnya. Sebagus apapun sebuah system, kalau akhlak para pemimpinnya masih buruk maka buruklah hasil dari pemerintahan. Akhir kata mohon maaf apabila tulisan ini bersebarangan dengan saudara-saudaraku yang lain, atau menyinggung perasaan dan melukai hati saudara-saudara. Demi Alloh yang menguasai Arasy, bukan itu maksud dari tulisan ini. Tulisan ini hanya bentuk ekspresi diri yang sudah sulit sekali untuk dibendung, yang tentunya bersumber dari segala macam kekurangan dan kelemahan. Kurang akan pemahaman ilmu dan pengetahuan, lemah dalam menancapkan iman di dalam dada. Semoga Alloh mengampuni. Amin.

Thursday, September 2, 2010

Sambut Hari Nan Fitri Dengan Hati Suci


Ramadhan 1431 H tinggal beberapa hari lagi. Sekarang sudah H-7 nih, artinya tinggal sepekan lagi nih kita menjalankan puasa Ramadhan. Kesibukan kaum muslim mulai tampak padat. Di lingkungan FADHIL tinggal contohnya, orang pada sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk lebaran nanti. Mulai dari makanan sampai dengan pakaian semuanya dipersiapkan untuk lebaran.

Tapi FADHIL lihat ada substansi yang terlupakan oleh saudara-saudara FADHIL. Yaitu inti dari lebaran itu sendiri. Lebaran ada yang mengatakan asal dari kata lubaran atau bubaran. Bubaran itu sesuatu yang tadi ngumpul kemudian pergi berpencar dan hilang dari tempat tersebut atau gampangnya bubar lah. Bubaran yang dimaksud di sini tentunya bukan bubar atau selesai puasanya, meskipun bisa juga diartikan demikian, namun lebih dalam lagi bubaran adalah membubarkan segala dosa yang ada pada diri kita. Sebagaiman janji Alloh “barang siapa menjalankan puasa dengan keimanan dan dengan penuh harap (ridho) Alloh maka diampuni dosanya yang telah lalu”.

Kemudian golongan santri menamakan idul fitri, yang maknanya kembali suci. Suci dari segala dosa yang selama 11 bulan ke belakang kita perbuat, kita lebur dengan puasa satu bulan penuh. Makna ini yang sering diabaikan oleh saudara-saudara FADHIL termasuk FADHIL sendiri. Fadhil dan saudara-saudara selalu mengedapankan kemegahan dan kemewahan hari raya idul fitri. Fadhil ingi saat lebaran memakai baju baru, sandal baru, sarung baru, kopiah baru semuanya baru. Tapi lupa memperbaharui keadaan hati. Terkadang untuk medapatkan sesuatu yang baru tersebut kita lakukan dengan berbagai cara, mulai dari kerja keras banting tulang hingga ada yang meninggalkan puasanya karena begitu beratnya beban pekerjaan. Ada juga yang marah-marah karena sampai H-7 ini belum memiliki yang serba baru. Ah…bukankah itu semua sudah mengotori puasa kita. Ingat itu semua adalah tuntutan nafsu. Kalau hal ini terjadi, berarti puasa kita belum bisa menaklukan nafsu kita sendiri. Lalu dimana makna jihad binafsi-nya.

Itu adalah gambaran sederhana tentang suasana FADHIL dan saudara-saudara yang mengejar kemegahan idul fitri dengan meninggalkan kesucian hati. Sebagai catatan, FADHIL gak melarang kita memakai baju baru saat lebaran. Silakan itu lakukan tapi jangan terlalu memaksakan. Kalau ada baju lama yang masih suci dan layak untuk dipakai, kenapa harus memaksakan diri membeli yang baru. Kalau bagi orang berlebih itu gak masalah, tapi bagi orang pas-pasan kaya FADHIL, wah berat. Inti dari tulisan ini adalah FADHIL tidak ingin melupakan substansi idul fitri itu sendiri. Yaitu kembali pada kesucian. Kesucian itu hanya dapat diraih dengan puasa dengan keimanan dan kesungguh-sungguhan serta mengendalikan nafsu degan sebenar-benarnya, kemudian dilanjutkan dengan meminta maaf pada sesama manusia, maka kita akan kembali pada kesucian, dan mudah-mudahan Alloh memasukan kita pada golongan orang-orang yang bertakwa. Bukahkan itu tujuan puasa kita, yaitu menjadi orang yang bertaqwa.

Akhir kata, FADHIL mau ngucapin met lebaran nih. Gak apa-apa kan masih jauh juga. Takutnya nanti gak sempet posting lagi. Jadi mulai saat ini FADHIL nugacapin met hari raya buat semua netter, temen-temen, dan semua guru-guru. Fadhil ini dhoif, fakir dari ilmu, kaya dari segala macam kesalahan dan kekurangan, banyak kata banyak menyakitkan, sering diam tambah menyebalkan, makanya FADHIL mohon maaf dengan setulus hati kepada semuanya.
Taqobalallohu minna wa minkum, taqobal ya karim.

Sunday, August 29, 2010

Sumber Rizki Yang Halal


Seorang ayah hendak pergi mencari nafkah untuk anak istrinya. Ia kerjakan sholat dhuha 4 rakaat. Kemudian ia berpamitan pada keluarganya dengan mengucapkan salam. Tak lupa, sebelum melangkahkan kakinya iapun mengucapkan doa suci ke hadirat Illahi.

Di tengah perjalanan ia di sapa oleh dua orang lelaki dan dihampirinya. Terjadi percakapan :
Seorang Ayah    : Ada apa mas? Apa yang bisa saya bantu?
Lelaki asing       : Bapak hendak kemana?
Seorang Ayah    : Saya mau mencari nafkah untuk keluarga saya?
Lelaki Asing      : Apa yang akan bapak kerjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga bapak?
Seorang ayah     : Pekerjaan apa saja yang penting halal, dan siapa saja yang membutuhkan tenaga saya, yang penting pekerjaan itu baik.
Lelaki asing       : Saya butuh tenaga bapak, dan saya akan memberikan imbalan yang layak untuk bapak. Bapak mau?
Seorang ayah     : Kerjaan apa itu?
Lelaki asing       : Kami berdua ini akan mencuri di rumah yang ada di seberang jalan itu. Bapak kami beri tugas mengawasi tempat sekitar, kalau ada orang segera kasih kode pada kami. Nanti bapak akan mendapat 1/3 hasil curian. Tugas bapak sangat mudah dan tidak butuh tenaga banyak, cukup berdiri di luar rumah dan mengawasi tempat sekitar.
Seorang ayah     : Bagaimana kalau kita ketahuan mencuri dan ditangkap polisi kemudian di penjara.
Lelaki asing       : Ah jangan khawatir kami sudah terlatih gak mungkin ketangkap, lagi pula dipenjara itu enak, semua serba gratis, kalau masalah keluarga juga jangan khawatir, mereka akan mendapatka rizkinya mereka sendiri meskipun tak ada kita di rumah.
Seorang ayah     : Betul apa katamu. Tapi saya tetap kasihan pada istri saya, nanti akan ada yang bilang suami si anu tukang maling, saya kasihan pada anak saya, nanti ada yang bilang ayahnya si anu adalah pencuri, saya kasihan pada orang tua dan mertua saya, nanti ada yang bilang anak dan menantu si fulan ternyata tukang maling, saya juga kasihan pada tetangga saya, ketika nanti saya pulang ke rumah mereka merasa akan tidak nyamana sebab ada saya di lingkungannya. Saudaraku, meskipun umpanya saya sudah terbiasa hidup dalam kegelapan dan kehinaan, tapi belum tentu mereka yang saya sebutkan tadi. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya menolak ajakan kalian berdua.
Kemudian seorang ayahpun melanjutkan perjalanan mencari nafkah untuk keluarganya dengan tanpa terpengaruh bujuk dan rayuan dua lelaki tadi. Meski sulit mencari nafkah meski hanya untuk sesuap nasi, tapi dia jalani itu dengan hati penuh rasa cinta pada keluarganya.

Sore tiba malam datang menyambut menggantikan siang. Seorang ayah pulang ke rumahnya membawa kantong kresek hitam berisi beras yang hanya cukup untuk makan sekali, itupun belum tentu kenyang. Seorang ibu memasaknya dengan penuh rasa kasih sayang, dua bocah kecil menanti nasi matang dengan menahan rasa lapar yang sudah mereka rasakan sejak tadi siang. Nasipun matang, dan mereka makan dengan di awali doa sebagai rasa syukur mereka atas rizki yang sudah Alloh berikan pada mereka untuk makan pada waktu tersebut.

Ayah paruh baya itu melihat begitu lahapnya dua bocah itu makan nasi meskipun tanpa lauk pauk dan sayuran. Istrinya melihat anaknya kemudian melihat suaminya yang sedang mengamati anaknya. Butiran bening tampak jatuh dari pelupuk matanya yang indah.

Setelah selesai makan dan berdoa, ayah yang sholeh itu berkata “maafkan ayah nak, dan maafkan ayah juga bu, ayah tidak belum bisa memberi kalian yang lebih baik dari ini”. Istrinya berkata “ayah, ini adalah rizki terbaik yang Alloh berikan pada kita hari ini, maka syukurilah. Kami senang karena rizki ini halal dan di dapat dengan cara yang baik dan halal, kami bangga pada ayah, karena ayah tidak memberikan duri neraka pada kami”.

Ayah : “Subhanalloh….. maha suci engkau ya Alloh yang telah menciptakan hamba dengan akhlak sebaik ini, semoga engkau tetap menjaga kami dalam kebaikan dan kasih sayangmu”.

Thursday, August 5, 2010

Nafsu sangat halus dan indah


Bulan Ramadhan atau syahru siyam datang menghampiri. Di tahun 2010 ini Ramadhan bertepatan dengan bulan Agustus, yang mana banyak sekali moment bersejarah di dalamnya. Salah satunya adalah Hari Kemerdekaan Republik Indnosia. Sebuah sejarah panjang telah menghiasai catatan perjalanan panjang Bangsa Indonesia. Yaitu sebuah usaha melepaskan diri dari penjajahan.

Di bulan Ramadhan 1431 H ini, seluruh umat Islam yang Iman di wajibkan berpuasa. Sebagaimana firman Alloh SWT “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibka atas kamu untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kami, agar kamu menjadi orang yang bertaqwa”.

Melihat dari hal tersebut di atas, tujua puasa adalah jelas, yaitu membentuk manusia yang bertaqwa. Secara umum taqwa adalah menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangan Alloh. Namun demikian, lebih dalam lagi taqwa adalah bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Alloh.

Namun terkadang kita selalu disesatkan oleh kehendak nafsu. Hati kita telah dibelenggu oleh nafsu. Jadi yang pertama harus kita lakukan adalah membeaskan hati kita dari jeratan nafsu. Nah salah satunya dengan berpuasa.

Nafsu sangat halus dan indah bermain di hati manusia. Bayangkan ketika anda memiliki harta berlebih, kemudian anda bersegera mendermakan sebagian harta anda untuk para kaum fakir dan duafa, kemudian anda menjelaskan pada mereka, terima ini sebagai rizki dari Alloh SWT, saya memberikannya secara ikhlas. Ketika anda berkata demikian itu artinya anda sudah menjuluki diri anda sebagai orang ikhlas. Padahal predikat ikhlas hanya Alloh yang tahu. Permainan siapa ini? Tiada lain adalah permainan nafsu. Nafsu yang mendorong kita untuk menjadi orang yang dijuluk sebagai orang deramawan yang ikhlas.

Kalau kita menyadari hal demikian, terkadang nafsu bermain lebih halus lagi. Dengan berkata pada hati, sudahlah kalau beramal gak usah ngomong-ngomong, beramal dan lupakanlah amal itu, cukuplah Alloh yang tahu kau beramal, sehingga kau menjadi orang mulia di sisi Alloh. Sekilas ini indah, tapi lagi-lagi ini adalah jebakan nafsu yang mengarahkan kita pada sifat ujub (merasa diri baik, merasa diri mulia di sisi Alloh). Sifat ujub ini yang sangat halus dan tidak dapat dilihat oleh orang lain, bahkan diri sendiri terkadang tidak menyadarinya.

Mudah-mudahan dengan berpuasa kita akan mendapat tingkatan ketaqwaan dengan sebenar-benarnya taqwa. Yaitu dengan menggantungkan segala sesuatu hanya pada Alloh SWT. Tidak bergantung pada makhluk, tidak bergantung pada amal karena semua makhluk adan amal akan kembali pada Alloh SWT.

Monday, August 2, 2010

Persiapan Menyambut Bulan Romadhon


Segala puji bagi Alloh yang telah meluhurkan derajat bulan Romadhon melebihi bulan-bulan-bulan lainnya. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada pembawa cahaya terang, yakni Islam. Tiada lain dan tiada bukan beliau kekasih kita semua Sayyidina Muhammad SAW.

Awal nulis kok serius banget ya…..
Oke deh, kita ngobrol ringan aja ya. Dah hampir setahun nih waktu berlalu, tepatnya 11 bulan kai ya. Di penghujung bulan Sya,ban dan awal bulan Agustus ini saya mau ngobrol ringan bereng temen-temen.

Menurut perasaan saya, baru kemarin ya, kita merayakan Idul Fitri. Apa cuman perasaan saya aja ya. Yang sehari-hari selalu menyibukan diri dengan urusan dunia, terlena dengan nikmat dunia sehingga lupa menghitung waktu. Aduh tobat deh… mudah-mudahan gak sampe lupa menghitung dosa.

Eh, kita kedatangan tamu agung nih. Saya tanya, kira-kira kalau akan ada tamu seorang pembesar, atau paling tidak seseorang yang paling disegani bertamu ke rumah temen-temen, apa yang akan temen-temen lakukan? Tentunya mempersiapkan segala sesuatunya kan? Mulai dari hidangan sampai tempat tidur, bahkan disiapkan jauh-jauh hari.

Nih ada nih, tamu agung yang membawa oleh-oleh banyak banget buat kita. Mulai dari rahmah, barokah, sampai maghfiroh. Nah bulan Romadhon nih nongol lagi, bulan yang diliputi kasih sayang Alloh, barokah dari Alloh dan Ampunan dari Alloh. Apa yang kita siapkan untuk menyambutnya. Pertama kali mungkin yang harus kita siapkan adalah hati kita. Hati kita harus merasa senang dulu deh kedatangan tamu agung ini. “Barang siapa senang dengan datanganya bulan romadhon maka Alloh mengharamkan jasadnya dari api neraka” (Al-hadits).

Kedua mempersiapka fisik kita. Tahu kan kewajiban kita di bulan Romadhon? Tentunya berpuasa selama sebulan penuh. Nah untuk menjalankan ibadah puasa tersebut perlu ditopang dengan fisik yang sehat. Agar aktifitas jalan terus, meskipun kita sedang berpuasa. Gak baik kan, mentang-mentang puasa terus libur beraktifitas. Kalau sehat, puasa jalan, aktifitas mencari nafkah juga bisa lancar.

Ketiga apa nih? Iman kita nih harus disiapkan secara benar. Agar kita mendapat predikat puasa sesungguhnya, seperti yang dikatakan dalam hadits “Barang siapa berpuasa dengan penuh keimanan, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” pengen gak tuh? Makanya ayo kita luruskan iman kita.

Kayanya udahan dulu deh, lain kali kita sambung lagi ya. Insya Alloh selama bulan Romadhon ini Fadhil mau posting tulisan-tulisan yang bisa menyejukan qolbu kita.

Hadanalloh wa iyakum ajma’in. Amin.

Sunday, June 27, 2010

Aku Menangis

Aku menangis melihat fenomena jaman sekarang. Ketika aku melihat begitu antusiasnya para penggemar Ariel Peterpan yang ingin menjenguknya di tahanan. Dan ketika para penggemar ini melihat idolanya dari jendela meraka menitikan air mata. Aku menangis melihat fenomena ini.

Apa yang aku tangisi? Bukan karena Ariel Peterpan dipenjara. Tapi melihat bagaimana anak muda sekarang sudah kehilangan idola yang sesungguhnya. Sungguh ironis, ketika ada tokoh ulama yang disegani karena keilmuannya, kemudian difitnah, dihujat dan dianiaya, para pemuda islam seperti tikda mau tahu. Mereka asyik dengan kehidupannya masing-masing seolah tak mau peduli. Tetapi ketika ada seorang Airel Peterpan (Tersangka Perzinahan) mereka menangis karenanya.

Apakah sudah sedemikian rapuhnya keimanan dan keislaman anak muda sekarang. Sehingga mereka memilih mengidolakan (maaf pembuat dosa) daripada mengidolakan para tokoh terhormat. Sepertinya bangsa Indonesia memang mulai kehilangan jati diri, kehilangan rasa kebangsaannya. Dulu dijaman aku masih duduk di bangkus SD aku sangat mengagumi tokoh Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol dan tokoh-tokoh lainnya. Tetapi sekarang coba tanya anak kita, ada berapa tokoh pahlawan nasional yang mereka tahu.

Aku menangis melihat ini semua. Yang baik menjadi buruk, yang buruk menjadi baik. Semua berbalik dan tidak berarah.