Showing posts with label tips microsoft excel. Show all posts
Showing posts with label tips microsoft excel. Show all posts

Monday, May 7, 2012

Tips Microsoft Excel | Merubah Teks Menjadi Uppercase, Lowercase dan Propercase

Merubah Teks Menjadi Uppercase, Lowercase dan Propercasepada microsoft excel. Anda ingin merubah teks atau huruf pada microsoft excel menjadi hurup kapital atau sebaliknya huruf kecil. Kalau pada microsoft word, hal ini sangat mudah dilakukan. Tinggal blog teks yang akan dirubah, kemudian tekan tombol Sift + F3 secara bersamaan.

Namun bagaimana cara melakukannya di microsoft excel? Sebelum kita bahas lebih lanjut kita jelaskan dulu arti atau maksud dari ketiga istialah di atas yaitu Lower Case, Upper Case dan Proper Case.
1. Lower Case adalah format teks dengan huruf kecil semua
2. Upper Case adalah format teks dengan huru besar/ kapital semua
3. Proper Case adalah format teks dengan huruf besar pada setiap awal kata

Nah sekarang bagaimana menerapkannya pada microsoft excel? Kita buat dulu contoh soal yang akan kita kerjakan. Lihat gambar di bawah ini :

Perhatikan kolom yang saya buat. Sengaja saya buat demikian agar lebih mudah dalam memahaminya. “Teks Asal” (A2) adalah contoh teks yang akan kita rubah. Kolom berikutnya adalah penerapan dari format yang kita gunakan. Dengan melihat gambar di atas saja kita suah bisa memahaminya. Lalu bagaimana caranya?

Membuat Upper Case
Untuk menjadikan teks pada A2 menjadi Upper Case, silakan isikan formula =upper(A2) pada cell (B2). Maka hasilnya akan seperti yang tampak di atas.

Membuat Lower Case
Inilah formula yang digunakan :
=lower(A2)

Membuat Proper Case
Inilah formula yang digunakan :
=proper(A2)

Nah itu adala formula-formula yang digunakan untuk merubah teks pada micorosoft excel menjadi uppercase, lowercase dan propercase. Semoga bermanfaat.

Monday, April 16, 2012

Tips Microsoft Excel | Cara Membuat Database dan Tabel Pencarian Data

Cara Membuat Database dan Tabel Pencarian Data adalah artikel tips microsoft excel saya kali ini. Artikel yang secara khusus menguak kehebatan aplikasi excel untuk urusan database sederhana. Oke gak usah panjang lebar lagi cuap-cuapnya, karena pembahasannya juga cukup panjang, terlebih dilengkapi dengan ilustrasi soal. Mar kita belajar membuat Data base secara sederhana, kemudian kita ingin mengolah database yang  berguna untuk mengetahui data atau informasi yang kita inginkan dengan maksud dengan sekali mengetikkan suatu data masukan maka data yang muncul adalah sebuah Informasi tentang kondisi dari data tersebut.

Kita ambil contoh tentang Data Base Hasil Ujian di sekolah disuatu kelas, coba perhatikan contoh Tabel.1 dibawah ini, ada sebuah data yang berisi Data Siswa dengan Nilai hasil Ujiannya. Sekarang coba buka Worksheet Excel Sheet1 dan ikuti contoh seperti Tabel.1 tersebut jangan lupa Sheet1 kita ganti nama menjadi DB (maksudnya Database).


Tabel.1 (Sheet1) atau DB

Jika sudah selesai, disini kita ingin membuat suatu cara bisa mengetahui berapa nilai ujian anak yang dimaksud dengan cukup mengetikkan Nomor Induk Siswa (NIS) tersebut, sekarang buka Worksheet Excel Sheet2, dan buatlah sebuah Table seperti Table.2 dibawah ini  :
Cell
A
B
C
D
E
F
1 NIS




2 Nama




3 Jenis Kelamin




4





5 Bulan Ujian Ke Jumlah Nilai Rata-Rata Keterangan
6
1 2


7 Januari




8





Tabel.2 (Sheet2)

Coba ikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1. Perhatikan Tabel.2, di Cell B2 tepat disamping Nama, coba ketikkan rumus dibawah ini :
=VLOOKUP(B1,DB!$A$2:$B$11,2,FALSE)
Artinya kita ingin melihat sebuah nilai yang sama dari Cell B1 yaitu NIS dengan muncul sebuah nama di Cell B2 yaitu Nama (dalam hal ini nama dari NIS dimaksud) dengan melihat data di DB diantara Cell A1 sampai dengan Cell B11, adapun sebuah muncul angka 2 maksudnya kolom yang menjadi patokan pencarian data atau mengadu data atau mencari persamaan hanya 2 kolom sedangkan False adalah sebuah Nilai dari range yang kita lihat benar atau salah.
2. Perhatikan Tabel.2, di Cell B3 tepat disamping Jenis Kelamin, coba ketikkan rumus dibawah ini :
=VLOOKUP(B1,DB!$A$2:$C$11,3,FALSE)
Artinya kita ingin melihat sebuah nilai yang sama dari Cell B1 yaitu NIS dengan muncul sebuah nama (kata) di Cell B3 yaitu Jenis Kelamin (dalam hal ini Jenis Kelamin dari NIS dimaksud) dengan melihat data di DB diantara Cell A1 sampai dengan Cell C11, adapun sebuah muncul angka 3 maksudnya kolom yang menjadi patokan pencarian data atau mengadu data atau mencari persamaan hanya 3 kolom sedangkan False adalah sebuah Nilai dari range yang kita lihat benar atau salah.
Ok Cukup dulu untuk pembuktian coba sekarang ketikkan salah satu NIS di Sheet 2 Cell B2, misalkan A10001 maka hasilnya akan muncul :
Cell
A
B
1 NIS A10001
2 Nama Andi
3 Jenis Kelamin L

Jika muncul seperti diatas berarti rumusnya benar sekali, sekarang kita lanjut ke langkah berikutnya. Masih di Sheet2, pindahkan kursor ke Cell B7, sekarang kita ingin mencari Berapa Sih Nilai Ujian Siwa Tersebut Pada Ujian 1, uuntuk itu coba masukkan rumus sebagai berikut :
=SUMIFS(DB!$F$2:$F$11,DB!$A$2:$A$11,Sheet2!$B$1,DB!$D$2:$D$11,
Sheet2!$A7,DB!$E$2:$E$11,Sheet2!B$6)
Artinya kita menggunakan rumus SUMIFS karena kita akan mengadu dataatau mencari persamaan lebih dari satu data, disini data yang akan kita adu atau cari persamaannya adalah :
  1. Nilai ujian (F2:F11) dan NIS (A2:A11) yang ada di DB dengan data NIS di Sheet2 (B1).
  2. Nama Bulan (D2:D11) di DB dengan nama Bulan di Sheet 2 (A7).
  3. Ujian Ke (E2:E11) di DB dengan angka dibawah baris Ujian ke di Sheet 2 (B6).
  4. Tanda $ apabila berada sebelum dan sesudah Cell berarti mengunci data tersebut baik dari sisi kolom maupun baris.
  5. Tanda $ Cell berarti kita mengunci data tersebut dari sisi kolom.
  6. Tanda $ Cell berarti kita mengunci data tersebut dari sisi baris.
Jika sudah seperti pembuktian pertama coba ketikkan  salah satu NIS di Sheet 2 Cell B2, misalkan A10001 maka hasilnya akan muncul :
Cell
A
B
C
D
E
F
1 NIS A10001



2 Nama Andi



3 Jenis Kelamin L



4





5 Bulan Ujian Ke Jumlah Nilai Rata-Rata Keterangan
6
1 2


7 Januari 8.5



8





Untuk melihat Nilai hasil Ujian ke 2 (Cell C7) cukup mencopy rumus sebelumnya. Kemudian untuk mencari total dari hasil 2 kali ujian (Cell D7) saya yakin semua sudah pada tahu cukup ketikkan rumus :
=SUM(B7:C7)
Untuk mencari Nilai Rata-Rata (Cell E7) saya yakin banget semua sudah pada tahu tinggak ketik rumus :
=D7/2
Untuk membuat keterangan bisa manual dengan memperhatikan beberapa kriteria misalkan jika nilainya dibawah 7 maka dianggap Kurang kalau diatas 7 berarti dan seterusnya. Nah disini kita bisa menggunakan Vlookup atau rumus IF, disini saya menggunakan rumus IF, coba masukkan rumus sebagai berikut :
=IF(E7<7,”Kurang”,IF(E7<8,”Cukup”,IF(E7<9,”Baik”,IF(E7=>9,”Baik Sekali”))))
Artinya Jika nilai Rata-rata siswa tersebut kurang dari 7 maka keterangan yang akan muncul adalah Kurang, jika lebih dari 7 tapi kurang dari 8 adalah Cukup, jika lebih dari 8 tapi kurang dari 9 adalah Baik, jika sama dengan dan atau lebih dari 9 maka hasilnya adalah Baik Sekali.
Jika benar maka kita sudah membuat suatu Data base yang sangat sederhana karena dengan sekali memasukkan data NIS maka akan dengan segera muncul Data atau informasi yang akan kita maksud.

Data Base diatas akan masih bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan kita anggaplah bahasan kali ini adalah kita mencari Nilai Ujian Per NIS Siswa dan dilain kesempatan kita akan mencari data Nilai siswa tersebut dengan melihat variabel lainnya.

Demikian Tips Microsoft Excel Cara Membuat Database dan Tabel Pencarian Data yang kita bahas kali ini. Semoga bisa memperkaya koleksi tips dan trik microsoft excel pada blog ini dan tentunya bermanfaat untuk para pembaca. 

Sunday, February 12, 2012

Cara Memproteksi Rumus Pada Microsoft Excel

Cara Memproteksi Rumus Pada Microsoft Excel – Inilah yang saya janjikan pada artikel sebelumnya Membuat Aplikasi Trial Menggunakan Microsoft Excel. Yang dimaksud aplikasi trial di sini adalah membatasi penggunaan sebuah rumus dengan tenggang waktu tertentu. Biar lebih jelas, lebih baik silakan buka aja deh tulisan saya sebelumnya tersebut.

Tujuan dari meproteksi sebuah rumus atau formula adalah agar rumus atau formula tersebut tidak mudah untuk dirubah ataupun dicontek oleh orang lain. Tentu hal ini juga untuk memperkuat rumus trial yang telah kita buat. Tentu sangat percua kan, kita membuat rumus trial tapi kemudian rumus tersebut bisa diotak-atik dengan bebas.

Agar pada materi ini kita bisa langsung mempraktikkan pada sebuah rumus yang akan kita proteksi. Silakan anda bukan dulu artikel saya tentang membuat aplikasi trial menggunakan microsoft excel. Oke mari langsung kita praktikkan.

Cara Memproteksi Rumus Pada Microsoft Excel
1.      Hilangkan dulu semua protect pada worhsheet. Blok dulu semua sel (Crtl + A). Klik Format – Format Cell (Ctrl + 1). Klik menu Protection. Hilangkn ceklis pada Protect dan Hiden. Klik OK.
2.      Sekarang blok rumus yang akan kita proteksi. Klik Format Cell kembali (Ctrl + 1) Klik menu Protection. Ceklis pada Protect dan Hiden (untuk memproteksi sekaligus menghiden rumus agar tidak tampil pada formula bar). Klik OK.
3.      Klik Tools, Klik Protection, Klik Protect Sheet. Ketikan pasword pada kolom Password to unprotect sheet. Ceklis pilihan Select Locked Cell, Select Unlocked Cell, Format Cell. Klik OK.

Dengan demikian selesai sudah kita memproteksi rumus pada microsoft excel. Dengan demikian rumus tidak akan tampil pada formula bar, tidak akan bisa diedit dan fotmat cell juga tidak aktif.

Monday, February 6, 2012

Membuat Aplikasi Trial Menggunakan Microsoft Excel

Membuat Aplikasi Trial Menggunakan Microsoft Excel – Aplikasi Trial? Tahu kan maksudnya, yaitu aplikasi yang penggunaan dibatasi oleh waktu tertentu. Ya, kali ini kita akan belajar bagaimana cara membuat sebuah aplikasi yang penggunaannya dibatasi oleh waktu tertentu. Misalnya satu bulan. Aplikasi ini tidak dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman seperti delphi ataupun visual basic, tapi kita akan mencoba memanfaatkan kekuatan microsoft excel untuk membuat rumus sederhana yang berfungsi untuk mebatasi penggunaan sebuah aplikasi/rumus.

Contoh kita akan membuat sebuah aplikasi Buku Kas dengan Saldo Berjalan. Nah biar tidak perlu mengulang pemabahasan tentang membuat rumus saldo berjalan, silakan anda bukan artikel saya sebelumnya tentang membuat rumus saldo berjalan.

Dari contoh aplikasi buku kas tersebut, kita akan membatasi penggunaanya misalnya hanya sampai dengan 1 Maret 2012. Caranya sangt mudah tinggal kita lengkapi rumus yang sudah ada dengan rumus untuk membuat expaired/trial.

Ikuti langkah-langkahnya sebgai berikut :
1.      Buat atau ketik tanggal 1-3-2012 pada sel tertentu. Klik kanan pada sel tertentu, pilih Paste Spesial, pilih Value, klik OK. Nah sekarang didapat nilai atau value dari tanggal tersebut adalah 40969. Angka inilah yang akan kita buat untuk membuat rumus expaired.
2.      Buka aplikasi buku kas dengan saldo berjalan yang sudah dibuat. Masuk pada rumus saldo, tambahkan di depan rumus yang sudah ada rumus sebagai berikut : IF(TODAY()>40969;"SALAH"; sehingga rumusnya menjadi seperti ini : =IF(TODAY()>40969;"SALAH";IF(OR(C2<>0;D2<>0);SUM(C$2:C2)-SUM(D$2:D2);0)). Maksud dari rumus tersebut adalah, jika tanggal hari ini lebih besar dari 40969 (1 Maret 2012) maka “SALAH” jika lebih kecil maka menjalankan rumus saldo berjalan.

Nah mudah bukan membuat rumus expaired. Tujuan dari penggunaan rumus expaired ini sama dengan penggunaan pada aplikasi-aplikasi trial. Yaitu agar pemakai membeli aplikasi full version dari kita. Jadi aplikasi yang kita buat hanya sebagai sampel saja.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bukankah rumus pada microsoft excel mudah dirubah oleh siapa saja. Betul, makanya kita juga harus melindungi cell yang berisi rumus tersebut agar tidak mudah untuk dirubah oleh user. Bagaimaa caranya? Kita lanjutin besok aja ya. Hehehe....

Friday, February 3, 2012

Tips Microsoft Excel | Cara Membuat Rumus Saldo Berjalan

Cara Membuat Rumus Saldo Berjalan adalah tips microsoft excel yang akan kita bahas kali ini. Sebelum kita ke materi kita jelasin dulu deh apa itu saldo berjalan.

Saldo berjalan adalah saldo dinamis yang akan terus berubah sesuai dengan transaksi yang terjadi pada setiap tanggal transaksi. Saldo berjalan ini biasanya diterapkan dalam pembukuan kas umum. Dengan menerapkan saldo berjalan, maka kita akan bisa mengetahui saldo kas setiap tanggal transaksi.

Contoh data :
NO
TANGGAL
TRANSAKSI
DEBET
KREDIT
SALDO
1
01/02/2012
Transaksi 1
1000

1000
2
02/02/2012
Transaksi 2

150
850
3
03/02/2012
Transaksi 3

200
650
4
04/02/2012
Transaksi 4

300
350
5
05/02/2012
Transaksi 5

250
100
6
06/02/2012
Transaksi 6
500

600
7
07/02/2012
Transaksi 7

400
200
8
08/02/2012
Transaksi 8

150
50
9
09/02/2012
Transaksi 9
300

350
10
10/02/2012
Transaksi 10

100
250

Lihat pada data di contoh data di atas. Pada kolom saldo, jumlah saldo akan terus berubah sesuai dengan transaksi yang terjadi. Inilah rumus yang digunakan untuk membuat saldo berjalan tersebut :
=IF(OR(D2<>0;E2<>0);SUM($D$2:D2)-SUM($E$2:E2);0)
Dengan asumsi kolom debet ada pada sel D2, Kredit pada sel E2. Masukkan kode tersebut pada sel F2. Kemudian copy ke bawah untuk membuat rumus pada baris seterusnya.

Oke, itu adalah cara membuat rumus saldo berjalan. Semoga bermanfaat untuk mempermudah pembuatan laporan kas umum anda atau sekedar untuk latihan di sekolah. Nantikan tips-tips berikutnya yang akan terus saya update di blog ini.